GARAWANGI – Pemerintah Desa (Pemdes) Garawangi sukses menutup rangkaian kegiatan Safari Ramadhan tahun 2021 pada Minggu malam (25/04). Kegiatan pamungkas ini menjadi titik akhir dari rangkaian perjalanan yang dimulai sejak Rabu (21/04) di Masjid Sabilillah, Blok Nanggerang.
Acara ini dihadiri oleh seluruh elemen penting desa, mulai dari jajaran Pemerintah Desa, LPM, BPD, RT, RW, MUI, hingga tokoh pemuda dari Karang Taruna.
Prioritas Pembangunan di Tengah Keterbatasan
Dalam sambutannya di setiap lokasi safari, Kepala Desa Garawangi, Haswidi, S.E., secara transparan memaparkan berbagai rencana program desa yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2021. Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah rencana pembangunan Jalan Usaha Tani (JALU) yang berlokasi di Blok Puhun.
Meski demikian, Haswidi memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kendala anggaran akibat situasi pandemi global.
"Pembangunan tahun ini memang belum bisa maksimal. Dari total Dana Desa yang terserap sekitar Rp1,5 miliar, fokus utama tetap dialokasikan pada penanggulangan dampak COVID-19 yang hingga kini belum mereda," ungkapnya.
Penguatan Ideologi dan Peran Lembaga Desa
Selain pemaparan program fisik, aspek penguatan kelembagaan dan ideologi juga menjadi pesan utama. Ketua BPD Desa Garawangi, Dr. Toto Dianto, S.Pd., M.A., turut hadir sebagai narasumber yang menekankan krusialnya peran BPD dalam mengawal jalannya pemerintahan desa yang sehat.
Lebih lanjut, Dr. Toto memberikan pesan mendalam bagi generasi muda Garawangi. Ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya laten komunisme maupun upaya-upaya dari pihak yang ingin merongrong Pancasila.
"Generasi muda harus berhati-hati. Pancasila adalah ruh bagi NKRI yang harus kita jaga bersama," tegas beliau.
Menjaga Iman di Penghujung Ramadhan
Rangkaian Safari Ramadhan ini selalu ditutup dengan sesi "Mutiara Ramadhan", sebuah siraman rohani yang bertujuan mempertebal keimanan dan ketakwaan warga kepada Allah SWT.
Melalui kegiatan ini, Pemdes Garawangi berharap silaturahmi antara pemerintah dan warga tetap terjaga erat. Doa bersama pun dipanjatkan agar seluruh masyarakat diberikan kesehatan dan umur panjang untuk dapat bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan di tahun-tahun mendatang.
Penyunting: [Nama Anda/Redaksi Desa]